Minggu, 15 Oktober 2017

Bela Rohingya

Solidaritas Terhadap Rohingya

rohingyaHak atas fotoAFP
Image captionSebagian umat Islam di Indonesia merasa perlu mengungkapkan solidaritas atas nasib warga Rohingya di Myanmar dengan aksi turun ke jalan.
Bagi sebagian umat Islam di Indonesia, kegeraman agaknya kerap muncul setiap kali mereka mendengar bagaimana etnis Rohingya dipersekusi di Myanmar.
Maka berbagai cara pun dilakukan untuk mengungkapkannya, mulai dari mencuit di media sosial hingga berdemo.
Namun, apa sebenarnya yang bisa mereka lakukan untuk agar secara nyata bisa memberi bantuan kepada warga Muslim Rohingya? BBC Indonesia mewawancarai beberapa pihak dan merangkum saran-saran mereka.

Mengirim makanan dan obat-obatan

Tomy Hendrajati , Direktur Program PKPU, sebuah LSM yang membantu etnis Rohingya di Myanmar, mengungkapkan ‘kebutuhan dasar seperti makanan, mie instan, pakaian, susu dan pampers untuk bayi’ adalah yang paling dibutuhkan warga Rohingya di wilayah Rakhine yang tengah berkonflik.
“Mereka itu mendapatkan kebutuhan tersebut dari bantuan. Akses kesehatan juga (dari bantuan),” ungkap Tomy kepada BBC Indonesia, Senin (04/09).
Jika Anda ingin berdonasi, Tomy menyarankan agar menyalurkannya lewat Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang diresmikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kamis (31/08) lalu.
Aliansi tersebut terdiri dari 11 lembaga, termasuk PKPU, Palang Merah Indonesia (PMI), Aksi Cepat Tanggap (ACT), serta dua organisasi Islam terbesar tanah air, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Beberapa lembaga bahkan sudah meluncurkan layanan hotline dan rekening untuk menampung sumbangan.
rohingHak atas fotoAFP
Image captionPBB memeperkirakan lebih dari 87.000 warga Muslim Rohingya sudah mengungsi ke Bangladesh akibat konflik yang bermula pada 25 Agustus.
Namun, meskipun sudah ada wadah resmi untuk menyalurkan bantuan, tak berarti bantuan akan segera bisa diterima orang Rohingya yang masih terperangkap di Rakhine.
“Akses bantuan (sejauh ini) belum terbuka ke Buthitaung dan Maungdaw,” kata Tomy. Kedua tempat itu adalah lokasi di Rakhine tempat pecahnya konflik yang bermula pada Jumat (25/08) lalu.
Menurutnya bantuan yang masuk dan program dua tahun dengan dana US$2 juta yang sudah dicanangkan AKIM, akan difokuskan terlebih dahulu ke tempat-tempat pengungsian warga Rohingya di Sittwe, kota di Rakhine yang masih bisa diakses dan menampung lebih dari 500.000 pengungsi Rohingnya.
rohingyaHak atas fotoAFP
Image captionPengungsian besar-besaran ini terjadi menyusul aksi kekerasan yang melibatkan aparat keamanan Myanmar dan kelompok gerilyawan Rohingya.
“Kami siapkan training guru, perbaikan fasilitas umum… Sekarang kami juga merenovasi 20 unit penampungan yang bisa menampung 200 keluarga di Sittwe,” ungkapnya.

Tetap semangat dorong pemerintah

Dengan masih terbatasnya akses ke Buthitaung dan Maungdaw. lantas bagaimana bisa membantu warga di sana?
Tomy hanya bisa berharap pertemuan (Menlu) Retno Marsudi dengan (pemimpin de-facto Myanmar) Aung San Suu Kyi, bisa membuka akses Indonesa masuk ke sana.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kemenlu RI, Senin (04/09) sore, Indonesia disebut telah mendapat akses dalam mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan yang dipimpin Pemerintah Myanmar dan akan melibatkan ICRC (International Committee of the Red Cross/Komite Palang Merah Internasional).
Namun, belum diketahui jelas kapan bantuan bisa dibawa masuk.
retnoHak atas fotoAFP
Image captionMenlu RI Retno Marsudi telah melaksanakan pertemuan dengan pejabat pemerintah Myanmar, Senin (04/09).
Pengamat politik Asia Tenggara dari lembaga pemikir CSIS di Jakarta, Philips Vermonte, menilai diplomasi Indonesia kepada pemerintah Myanmar amat penting untuk menghentikan lingkaran kekerasan dan menciptakan suasana kondusif bagi warga Rohingya.
“Karena Indonesia punya modal untuk didengar Myanmar. Kan kita sudah lama membantu Myanmar dalam banyak soal, termasuk tentang demokrasi dan bagaimana cara berpemilu,” kata Philips kepada BBC Indonesia.
Indonesia juga dinilai bisa menjadikan bantuan sebagai salah satu ‘kartu’ dalam berdiplomasi.
Philips Vermonte mengungkapkan, Indonesia bisa saja ‘mengancam’ untuk tidak lagi memberikan bantuan kepada Myanmar jika tidak menghentikan persekusi pada warga Rohingya karena akan berdampak ‘secara simbolik’ bagi Myanmar.”
rohingyaHak atas fotoAFP
Image captionWarga etnis Rohingya meninggalkan kediamannya di wilayah Rakhine menuju perbatasan Bangladesh.
“Indonesia negara yang berpengaruh di Asia Tenggara. Biasa dianggap teman. Kalau Indonesia meninggalkan Myanmar, dampaknya bisa rumit bagi Myanmar,” tutur Philips.
Menurut Philips, Anda bisa membantu pemerintah Indonesia untuk menekan Myanmar dan salah satunya adaah dengan ‘lewat berdemo tanpa kekerasan’.

Demo tanpa anarki

Sejak akhir pekan lalu, berbagai unjuk rasa digelar di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta untuk menuntut pemerintah Myanmar menghentikan persekusi terhadap etnis Rohingya.
Dalam demonstrasi Senin (04/09) yang dilakukan puluhan mahasiswa yang mengaku berasal dari Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), sempat terjadi aksi dorong dengan kepolisian Indonesia, di depan kedubes Myanmar.
demo
Image captionAksi yang dilakukan Hima Persis meminta agar Dubes Myanmar di Indonesia dipulangkan ke Myanmar.
“Kepada Dubes Myanmar di Indonesia, silahkan pulang dulu, bereskan masalah yang ada di sana (Myanmar). Jadi kami minta mereka pulang,” ungkap koordinator aksi, Andri Nur Kamal, kepada BBC Indonesia.
Bahkan sebuah kelompok massa telah membuka pendaftaran calon relawan untuk membantu warga Rohingya di Myanmar, dengan persyaratan ‘siap mati syahid dan punya ilmu bela diri’.
Namun berbagai pihak menilai demonstrasi dan penggalangan massa ‘yang terlalu keras’ bukanlah jawaban untuk membantu etnis Rohingya.
“Nggak akan berguna ya, cuma bikin capai saja,” kata seorang warga, Henni.
demo
Image captionSempat ada aksi saling dorong dengan polisi dalam aksi unjuk rasa di depan Kedubes Myanmar di Jakarta.
Adli Abdullah, sekretaris International Concern Group for Rohingyas (ICGR) -sebuah LSM yang membantu warga Rohingya- juga berpendapat demonstrasi yang belakangan terjadi mengarah pada ‘aksi emosional’.
“Yang dipakai emosi rakyat meluap. Ini kan akhirnya kontraproduktif, karena tidak nyampe ke sana (Myanmar).”
Menurut Adli Abdullah -yang sejak 2010 aktif mengirimkan bantuan kepada warga Rohingya di Myanmar- aksi cenderung anarkis malah bisa berakibat buruk.
“Bisa saja nanti (pemerintah Myanmar) jadinya malah menutup akses bantuan dari Indonesia,” kata Adli

Bela Rohingya

Solidaritas Terhadap Rohingya Hak atas foto AFP Image caption Sebagian umat Islam di Indonesia merasa perlu mengungkapkan solidaritas ata...